<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lajnah Ta'lif wan Nasr Blitar</title>
	<atom:link href="http://ltnnublitar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ltnnublitar.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Apr 2010 19:32:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ltnnublitar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lajnah Ta'lif wan Nasr Blitar</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ltnnublitar.wordpress.com/osd.xml" title="Lajnah Ta&#039;lif wan Nasr Blitar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ltnnublitar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kasih dan Sayang</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/kasih-dan-sayang/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/kasih-dan-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengungkapkan kasih sayangnya kepada sang anak. Islam sebagai agama nan sempurna melalui kisah Rasul-Nya banyak memberikan teladan dalam hal ini. Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kasih sayang di dalam qalbu ayah dan bunda, sehingga senantiasa menghiasi segala apa yang ada antara ayah bunda dengan buah cinta mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=382&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengungkapkan kasih sayangnya kepada sang anak. Islam sebagai agama nan sempurna melalui kisah Rasul-Nya banyak memberikan teladan dalam hal ini.</p>
<p>Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kasih sayang di dalam qalbu ayah dan bunda, sehingga senantiasa menghiasi segala apa yang ada antara ayah bunda dengan buah cinta mereka. Gambaran apa pun yang ada di antara ayah-ibu dengan anak mereka, tak lain melambangkan kasih sayang mereka. Sekeras apa pun tabiat sang ayah atau bunda, di sana tersimpan kecintaan yang besar terhadap putra-putrinya.</p>
<p>Besarnya kasih sayang ini terlukis dari ungkapan lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika melihat seorang ibu di antara para tawanan. Kisah ini disampaikan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu:</p>
<p>“Datang para tawanan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu. Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Tidak. Bahkan dia tak akan kuasa untuk melemparkan anaknya ke dalam api.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih penyayang daripada wanita ini terhadap anaknya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5999)</p>
<p>Banyak hal yang bisa menjadi ungkapan kasih sayang. Pun yang demikian tak ditinggalkan oleh syariat, hingga didapati banyak contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bagaimana beliau mengungkapkan kasih sayang kepada anak-anak.</p>
<p>Satu contoh yang beliau berikan adalah mencium anak-anak. Bahkan beliau mencela orang yang tidak pernah mencium anak-anaknya.</p>
<p>Kisah-kisah tentang ini bukan hanya satu dua. Di antaranya dituturkan oleh shahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:</p>
<p>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium Al-Hasan bin ‘Ali, sementara Al-Aqra’ bin Habis At-Tamimi sedang duduk di sisi beliau. Maka Al-Aqra’ berkata, “Aku memiliki 10 anak, namun tidak ada satu pun dari mereka yang kucium.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya, lalu bersabda, “Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5997 dan Muslim no. 2318)</p>
<p>Para ulama menjelaskan bahwa ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini umum, mencakup kasih sayang terhadap anak-anak maupun selain mereka. (Syarh Shahih Muslim, 15/77)</p>
<p>Begitu pula yang diceritakan oleh istri beliau, ‘Aisyah bintu Abu Bakr radhiallahu ‘anhuma:</p>
<p>“Seorang Arab gunung datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mengatakan, “Kalian biasa mencium anak-anak, sedangkan kami tidak biasa mencium mereka.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Sungguh aku tidak memiliki kuasa apa pun atasmu jika Allah mencabut rasa kasih sayang dari qalbumu.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5998 dan Muslim no. 2317)</p>
<p>Itulah penekanan beliau, sementara gambaran kasih sayang kepada anak yang lebih jelas dan lebih indah dari itu semua didapati dalam diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menyambut putrinya, Fathimah bintu Muhammad radhiallahu ‘anha. Peristiwa ini dilukiskan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah bintu Abu Bakr radhiallahu ‘anhuma:</p>
<p>“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya dan membimbingnya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Demikian pula jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada Fathimah, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggamit tangannya, lalu mencium beliau. Suatu saat, Fathimah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menderita sakit menjelang wafat. Beliau pun mengucapkan selamat datang dan menciumnya, lalu berbisik-bisik kepadanya hingga Fathimah menangis. Kemudian beliau berbisik lagi padanya hingga Fathimah tertawa. Maka aku berkata pada para istri beliau, ‘Aku berpandangan bahwa wanita ini memiliki keutamaan dibandingkan seluruh wanita, dan memang dia dari kalangan wanita. Dia tengah menangis, kemudian tiba-tiba tertawa.’ Lalu aku bertanya kepadanya, ‘Apa yang beliau katakan padamu saat itu?’ Fathimah menjawab, ‘Kalau aku mengatakannya, berarti aku menyebarkan rahasia.’ Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat, Fathimah berkata, ‘Waktu itu beliau membisikkan padaku: Sesungguhnya aku hendak meninggal. Maka aku pun menangis. Kemudian beliau membisikkan lagi: Sesungguhnya engkau adalah orang pertama yang menyusulku di antara keluargaku. Maka hal itu menggembirakanku’.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no.725)</p>
<p>Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, seorang shahabat yang senantiasa menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam melayaninya pun turut mengungkapkan bagaimana rasa sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada putranya yang lahir dari rahim Mariyah Al-Qibthiyyah radhiallahu ‘anha:</p>
<p>“Aku tak pernah melihat seseorang yang lebih besar kasih sayangnya kepada keluarganya dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Anas berkata lagi, “Waktu itu, Ibrahim sedang dalam penyusuan di suatu daerah dekat Madinah. Maka beliau berangkat untuk menjenguknya, sementara kami menyertai beliau. Kemudian beliau masuk rumah yang saat itu tengah berasap hitam, karena ayah susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Kemudian beliau merengkuh Ibrahim dan menciumnya, lalu beliau kembali.” (Shahih, HR. Muslim no. 2316)</p>
<p>Kisah ini menunjukkan kemuliaan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta kasih sayangnya terhadap keluarga dan orang-orang yang lemah. Juga menjelaskan keutamaan kasih sayang terhadap keluarga dan anak-anak, serta mencium mereka. Di dalamnya juga didapati kebolehan menyusukan anak pada orang lain. Demikian dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi. (Syarh Shahih Muslim, 15/76)</p>
<p>Kalaulah dibuka perjalanan para pendahulu yang shalih dari kalangan shahabat radhiallahu ‘anhum, hal ini pun ditemukan di kalangan mereka. Bahkan dilakukan oleh shahabat yang paling mulia, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Ketika Abu Bakr radhiallahu ‘anhu tiba di Madinah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hijrah, dia mendapati putrinya, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha sakit panas. Al-Barra’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhu yang menyertai Abu Bakr saat menemui putrinya mengatakan:</p>
<p>“Kemudian aku masuk bersama Abu Bakr menemui keluarganya. Ternyata ‘Aisyah putrinya sedang berbaring, terserang penyakit panas. Maka aku melihat ayah ‘Aisyah mencium pipinya dan berkata, ‘Bagaimana keadaanmu, wahai putriku?‘.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3918)</p>
<p>Inilah kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang ayah yang paling mulia di antara seluruh manusia. Tak segan-segan beliau mendekap dan mencium putra-putri dan cucu-cucunya. Begitu pun yang beliau ajarkan kepada seluruh manusia. Keberatan apa lagikah yang menggayuti seseorang yang mengaku mengikuti beliau untuk mengungkapkan kasih sayang di hatinya dengan pelukan dan ciuman kepada anak-anaknya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=382&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/kasih-dan-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAK ANAK TERHADAP ORANG TUA</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/hak-anak-terhadap-orang-tua/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/hak-anak-terhadap-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hak]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/hak-anak-terhadap-orang-tua/</guid>
		<description><![CDATA[Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya daripada Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Hak anak yang harus dilaksanakan oelh orang tua ada tiga iaitu: 1. Memilihkan nama yang baik ketika lahir 2. Mengajari kitab Allah s.w.t. (Memberi didikan agama) 3. Harus dikahwinkan jika telah dewasa (jangan sampai tergoda sehingga berlacur) Seorang datang kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=379&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya daripada Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Hak anak yang harus dilaksanakan oelh orang tua ada tiga iaitu:</p>
<p>1. Memilihkan nama yang baik ketika lahir<br />
2. Mengajari kitab Allah s.w.t. (Memberi didikan agama)<br />
3. Harus dikahwinkan jika telah dewasa (jangan sampai tergoda sehingga berlacur)</p>
<p>Seorang datang kepada Umar r.a. berkata: &#8220;Puteraku ini durhaka kepadaku.&#8221; Maka datang Umar r.a. berkata kepada anak lelaki itu: &#8220;Apakah kau tidak takut kepada Allah s.w.t? Engkau telah berbuat durhaka terhadap ayahmu, engkau tahu kewajipan anak untuk orang tuanya &#8230;&#8230;(begini dan begitu). Lalu anak itu bertanya: &#8220;Ya Amirul mu&#8217;minin, apakah anak itu tidak berhak terhadap ayahnya?&#8221; Jawab Umar: &#8220;Ada hak yakni harus memilihkan ibu yang bangsawan, jangan sampai tercela kerana ibunya, harus memberi nama yang baik, harus mengajari kitab Allah s.w.t.&#8221; Maka berkata anak itu: &#8220;Demi Allah, dia tidak memilihkan untukku ibuku, dia membeli budak wanita dengan harga 400 dirham dan itu ibuku, dia tidak memberi nama yang baik untukku, saya dinamai kelawar jantan dan saya tidak diajari kitab Allah s.w.t. walau satu ayat.&#8221; Maka Umar r.a. menoleh kepada ayahnya dan berkata: &#8220;Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum ia durhaka kepadamu. Pergilah engkau dari sini.&#8221;</p>
<p>Abul Laits berkata: &#8220;Saya telah mendengar ayahku bercerita dari Abu Hafsh Alyaskandi seorang ulama di Samarqand ketika didatangi oleh seorang yang mengeluh kerana dipukul oleh anaknya hingga sakit. Abu Hafsh berkata: Subhanallah, apakah ada anak yang memukul ayahnya?&#8221; Jawab lelaki itu: &#8220;Benar, saya dipukul hingga sakit.&#8221; lalu ditanya: &#8220;Aoakah kau tidak mendidik anakmu dengan adap dan sopan?&#8221; Jawab lelaki itu: &#8220;Tidak.&#8221; &#8220;Apakah sudah diajari al-quran?&#8221; ditanya lagi. Jawab lelaki itu: &#8220;Tidak.&#8221; &#8220;Lalu apakah pekerjaan anak mu itu?&#8221; &#8220;Anak ku itu bertani.&#8221; Jawab lelaki itu. Abi Hafsh berkata: &#8220;Engkau tahu mengapakah dia memukul engkau?&#8221; Jawabnya: &#8220;Tidak.&#8221; Abu Hafsh berkata: &#8220;Mungkin ketika ia sedang diatas himar menuju kesawah ladang menyanyi dan bersiul sedang dikanan kirinya kerbau dan lembu dan dibelakangnya anjing, tiba-tiba engkau menegur padanya, kerana ia mengira engkau itu lembu sedang mengganggu maka ia memukul engkau, sungguh beruntung dan ucapkan Alhamdulillah kerana ia tidak memukul kepalamu.&#8221;</p>
<p>Tsabit Albunani berkata: &#8220;Ada seorang memukul ayahnya disuatu tempat dan ketika anak itu ditegur orang-orang: Mengapakah sedemikian? Jawabnya: &#8220;Biarlah ia kerana saya dahulu telah memukul ayahku ditempat ini, maka kini aku dibalas anakku memukul aku ditempat ini, semoga ini menjadi tebusan itu dan ia tidak dapat disalahkan.&#8221;</p>
<p>Ahli Hikmah berkata: &#8220;Siapa durhaka terhadap kedua ibu bapanya, maka tidak terasa kesenangan dari anaknya. Dan siapa tidak musyuarat dalam urusan-urusannya tidak tercapai hajatnya dan siapa yang tidak mengalah kepada keluarganya (isterinya) maka akan hilang kesenangan hidupnya.</p>
<p>Asysya&#8217;bi meriwayatkan dari Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Allah akan merahmati kepada ayah yang membantu anaknya untuk berbakti taat kepadanya, yakni tidak menyuruh sesuatu yang dikhuatiri anak itu tidak dapat melaksanakannya.&#8221;</p>
<p>Alfudhail bin Iyadh berkata: &#8220;Orang yang sempurna kemanusiaannya iaitu yang taat kepada kedua ayah ibunya, dan menghubungi kerabatnya dan hormat pada kawan-kawannya dan baik budinya kepada keluarga dan anak-anaknya serta pelayan-pelayannya dan menjaga agamanya dan memperbaiki harta kekayaannya dan menyedekahkan kelebihan hartanya dan memelihara lidahnya dan tetap tinggal dirumahnya (yakni tekun dalam ibadat kepada Tuhannya) dan amal pekerjaannya dan tidak berkumpul dengan orang-orang yang suka membicarakan hal orang lain.&#8221;</p>
<p>Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Empat macam sebagai syarat kebahagiaan seseorang Yaitu jika isterinya sholihah, anak-anaknya taat, kawan-kawannya orang-orang yang soleh dan penghasilan rezekinya didalam negerinya.&#8221;</p>
<p>Yazid Arraqqasyi meriwayatkan dari Anas r.a. berkata: &#8220;Tujuh macam yang dapat diterima pahala sampai sesudah matinya iaitu:</p>
<p>• Siapa yang membangunkan masjid maka tetap mendapat pahalanya selama ada orang sembahyang didalamnya.<br />
• Siapa yang mengalirkan air sungai, selama ada yang minum daripadanya.<br />
• Siapa yang menulis mushaf, ia mendapat pahala selama ada orang yang membacanya.<br />
• Orang yang menggali perigi, selama masih ada orang mempergunakan airnya.<br />
• Siapa yang menanam tanaman, selama dimakan oleh orang atau burung.<br />
• Siapa yang mengajar ilmu yang berguna, selama dikerjakan oleh orang yang mempelajarinya.<br />
• Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mendoakan dan membaca istighfar baginya, yakni jika mendapat anak laludiajari ilmu dan al-quran, maka ayahnya akan mendapat pahalanya selama anak itu melakukan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri, sebaliknya jika dibiasakan berbuat maksiat, fasik maka ia mendapat dosanya tanpa mengurangi dosa orang yang berbuat sendiri.</p>
<p>Sebagaimana riwayat Abuhurairah r.a. berkata: &#8220;Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Jika telah mati anak Adam maka terhenti amalnya kecuali tiga macam iaitu:</p>
<p>* Sedekah yang berjalan terus<br />
* Ilmu yang berguna dan diamalkan<br />
* Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=379&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/hak-anak-terhadap-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menyambung Silaturahmi</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/pentingnya-menyambung-silaturahmi/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/pentingnya-menyambung-silaturahmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Menyambung]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Marilah kita bertakwa kepada Allah Ta&#8217;ala. Takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia. Lebih khusus lagi, yaitu sambunglah tali silaturahmi dengan keluarga yang masih ada hubungan nasab (anshab). Yang dimaksud, yaitu keluarga itu sendiri, seperti ibu, bapak, anak lelaki, anak perempuan ataupun orang-orang yang mempunyai hubungan darah dari orang-orang sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=377&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marilah kita bertakwa kepada Allah Ta&#8217;ala. Takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia. Lebih khusus lagi, yaitu sambunglah tali silaturahmi dengan keluarga yang masih ada hubungan nasab (anshab). Yang dimaksud, yaitu keluarga itu sendiri, seperti ibu, bapak, anak lelaki, anak perempuan ataupun orang-orang yang mempunyai hubungan darah dari orang-orang sebelum bapaknya atau ibunya. Inilah yang disebut arham atau ansab. Adapun kerabat dari suami atau istri, mereka adalah para ipar, tidak memiliki hubungan rahim ataupun nasab.</p>
<p>Banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya dengan cara saling berziarah (berkunjung), saling memberi hadiah, atau dengan pemberian yang lain. Sambunglah silaturahmi itu dengan berlemah lembut, berkasih sayang, wajah berseri, memuliakan, dan dengan segala hal yang sudah dikenal manusia dalam membangun silaturahmi. Dengan silaturahmi, pahala yang besar akan diproleh dari Allah Azza wa Jalla. Silaturahim menyebabkan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Silaturahim juga menyebabkan seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan Allah di dunia dan akhirat.</p>
<p>Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:</p>
<p>&#8220;Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,&#8221; maka Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Sungguh dia telah diberi taufik,&#8221; atau &#8220;Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?&#8221; Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi&#8221;. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga&#8221;.</p>
<p>Silaturahmi juga merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab umur panjang dan banyak rizki. Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi&#8221;. [Muttafaqun 'alaihi].</p>
<p>Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: &#8220;Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya&#8221;. [Muttafaqun 'alaihi].</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa menyambung silaturahmi lebih besar pahalanya daripada memerdekakan seorang budak. Dalam Shahîh al-Bukhâri, dari Maimûnah Ummul-Mukminîn, dia berkata:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku memerdekakan budakku?&#8221; Nabi bertanya, &#8220;Apakah engkau telah melaksanakannya?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Ya&#8221;. Nabi bersabda, &#8220;Seandainya engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya”.</p>
<p>Yang amat disayangkan, ternyata ada sebagian orang yang tidak mau menyambung silaturahmi dengan kerabatnya, kecuali apabila kerabat itu mau menyambungnya. Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan orang ini bukanlah silaturahmi, tetapi hanya sebagai balasan. Karena setiap orang yang berakal tentu berkeinginan untuk membalas setiap kebaikan yang telah diberikan kepadanya, meskipun dari orang jauh.</p>
<p>Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus&#8221;. [Muttafaqun 'alaihi].</p>
<p>Oleh karena itu, sambunglah hubungan silaturahmi dengan kerabat-kerabat kita, meskipun mereka memutuskannya. Sungguh kita akan mendapatkan balasan yang baik atas mereka.</p>
<p>Diriwayatkan, telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan berkata:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah, aku mempunyai kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, akan tetapi mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, akan tetapi mereka berbuat buruk terhadapku. Aku berlemah lembut kepada mereka, akan tetapi mereka kasar terhadapku,&#8221; maka Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, &#8220;Apabila engkau benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa tetap menjadi penolongmu selama engkau berbuat demikan.&#8221; [Muttafaq 'alaihi].</p>
<p>Begitu pula firman Allah Ta&#8217;ala:</p>
<p>&#8220;Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam)&#8221;. [ar-Ra’d/13:25].</p>
<p>Dari Jubair bin Mut’im bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah bersabda:</p>
<p>&#8220;Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)&#8221;. [Mutafaqun 'alaihi].</p>
<p>Memutus tali silaturahmi yang paling besar, yaitu memutus hubungan dengan orang tua, kemudian dengan kerabat terdekat, dan kerabat terdekat selanjutnya. Oleh karena itu Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda</p>
<p>”Maukah kalian aku beritahu tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Beliau mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Maka para sahabat menjawab: ”Mau, ya Rasulullah,” Nabi n bersabda: ”Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua”.</p>
<p>Demikianlah, betapa besar dosa seseorang yang durhaka kepada orang tua. Dosa itu disebutkan setelah dosa syirik kepada Allah Ta&#8217;ala. Termasuk perbuatan durhaka kepada kedua orang tua, yaitu tidak mau berbuat baik kepada keduanya. Lebih parah lagi jika disertai dengan menyakiti dan memusuhi keduanya, baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p>Dalam shahîhain, dari &#8216;Abdullah bin &#8216;Amr, sesungguhnya Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda:</p>
<p>”Termasuk perbuatan dosa besar, yaitu seseorang yang menghina orang tuanya,” maka para sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, adakah orang yang menghina kedua orang tuanya sendiri?” Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: ”Ya, seseorang menghina bapak orang lain, lalu orang lain ini membalas menghina bapaknya. Dan seseorang menghina ibu orang lain, lalu orang lain ini membalas dengan menghina ibunya”.</p>
<p>Wahai orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla. Dan marilah kita melihat diri kita masing-masing, sanak keluarga kita! Sudahkah kita menunaikan kewajiban atas mereka dengan menyambung tali silaturahmi? Sudahkah kita berlemah lembut terhadap mereka? Sudahkah kita tersenyum tatkala bertemu dengan mereka? Sudahkah kita mengunjungi mereka? Sudahkah kita mencintai, memuliakan, menghormati, saling menunjungi saat sehat, saling menjenguk ketika sakit? Sudahkah kita membantu memenuhi atau sekedar meringankan yang mereka butuhkan?</p>
<p>Ada sebagian orang tidak suka melihat kedua orang tuanya yang dulu pernah merawatnya kecuali dengan pandangan yang menghinakan. Dia memuliakan istrinya, tetapi melecehkan ibunya. Dia berusaha mendekati teman-temannya, akan tetapi menjahui bapaknya. Apabila duduk dengan kedua orang tuanya, maka seolah-olah ia sedang duduk di atas bara api. Dia berat apabila harus bersama kedua orang tuanya. Meski hanya sesaat bersama orang tua, tetapi ia merasa begitu lama. Dia bertutur kata dengan keduanya, kecuali dengan rasa berat dan malas. Sungguh jika perbuatannya demikian, berarti ia telah mengharamkan bagi dirinya kenikmatan berbakti kepada kedua orang tua dan balasannya yang terpuji.</p>
<p>Ada pula manusia yang tidak mau memandang dan menganggap sanak kerabatanya sebagai keluarga. Dia tidak mau bergaul dengan karib kerabat dengan sikap yang sepantasnya diberikan sebagai keluarga. Dia tidak mau bertegus sapa dan melakukan perbuatan yang bisa menjalin hubungan silaturahmi. Begitu pula, ia tidak mau menggunakan hartanya untuk hal itu. Sehingga ia dalam keadaan serba kecukupan, sedangkan sanak keluarganya dalam keadaan kekurangan. Dia tidak mau menyambung hubungan dengan mereka. Padahal, terkadang sanak keluarga itu termasuk orang-orang yang wajib ia nafkahi karena ketidakmampuannya dalam berusaha, sedangkan ia mampu untuk menafkahinya. Akan tetapi, tetap saja ia tidak mau menafkahinya.</p>
<p>Para ahlul-&#8217;ilmi telah berkata, setiap orang yang mempunyai hubungan waris dengan orang lain, maka ia wajib untuk memberi nafkah kepada mereka apabila orang lain itu membutuhkan atau lemah dalam mencari penghasilan, sedangkan ia dalam keadaan mampu. Yaitu sebagaimana yang dilakukan seorang ayah untuk memberikan nafkah. Maka barang siapa yang bakhil maka ia berdosa dan akan dihisab pada hari Kiamat.</p>
<p>Oleh karena itu, tetap sambungkanlah tali silaturahmi. Berhati-hatilah dari memutuskannya. Masing-masing kita akan datang menghadap Allah dengan membawa pahala bagi orang yang menyambung tali silaturahmi. Atau ia menghadap dengan membawa dosa bagi orang yang memutus tali silaturahmi. Marilah kita memohon ampun kepada Allah Ta&#8217;ala, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=377&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/pentingnya-menyambung-silaturahmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALASAN UNTUK MENCINTAI SEORANG INSAN</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/alasan-untuk-mencintai-seorang-insan/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/alasan-untuk-mencintai-seorang-insan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Alasan]]></category>
		<category><![CDATA[Insan]]></category>
		<category><![CDATA[Mencintai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin mencintaimu karena kecantikanmu menyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat kecantikan itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu? Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=375&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin mencintaimu karena kecantikanmu<br />
menyejukkan setiap mata yang memandangnya<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
saat kecantikan itu memudar ditempuh usia<br />
seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria<br />
menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
bila keceriaan itu kelam dirundung duka<br />
seberapa muram cintaku kan ada?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu<br />
memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka<br />
seberapa mampu cintaku memendam praduga?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu<br />
membuatku yakin pada putusanmu<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua<br />
seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki<br />
menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak<br />
seberapa cintaku tetap bersamamu?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena tegarnya sikapmu<br />
menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai<br />
seberapa kuat cintaku bertahan?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena pengertian yang kau berikan<br />
menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang kau tanam<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat<br />
seberapa ku mampu mengerti cinta ini?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena luasnya danau kesabaranmu<br />
menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku<br />
seberapa besar cinta mampu memaafkan?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena karena keteguhan imanmu<br />
bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
kala iman itu jatuh menurun<br />
seberapa berkurang akhirnya cintaku padamu?</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena karena kau yang tlah kupilih<br />
sebagai cinta yang kan kupegang sepanjang hayat<br />
tapi kemudian aku bertanya<br />
saat hati ini tergoncang<br />
seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?</p>
<p>Andai sejuta alasan tak cukup<br />
untuk membuat cinta ini tetap bersama dirimu<br />
maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cintaku..</p>
<p>Aku ingin mencintaimu karena Allah..</p>
<p>karena Dia kan selalu ada tuk menjaga<br />
maka cintaku kan tetap utuh dan setia<br />
hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu<br />
karena cintaku berpulang pada-Nya..</p>
<p>DIKUTIP DARI : KONTAK JODOH ISLAMI ( GAOS FIADAUS )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=375&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/alasan-untuk-mencintai-seorang-insan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meski Berkali-kali Berbuat Dosa, Bertobatlah</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/meski-berkali-kali-berbuat-dosa-bertobatlah/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/meski-berkali-kali-berbuat-dosa-bertobatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Tobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad,tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.”(HR Muslim) Tentu, sangatlah besar dosa orang yang menunda-nunda taubat, atau yang sengaja berniat melakukan dosa, untuk kemudian bertaubat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=373&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad,tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.”(HR Muslim)</p>
<p>Tentu, sangatlah besar dosa orang yang menunda-nunda taubat, atau yang sengaja berniat melakukan dosa, untuk kemudian bertaubat atas dosanya itu. Kita sama sekali tidak dianjurkan melakukan hal itu. Namun, kelamahan jiwa kita sebagai manusia, kadang menjebak kita dalam perbuatan dosa yang sama hingga berkali-kali, dan kita senantiasa bertaubat atas dosa tersebut.</p>
<p>Apakah dalam kondisi demikian kita layak terus bertaubat?</p>
<p>YA, bahkan itu HARUS DILAKUKAN. Meski itu terjadi berkali-kali, seperti disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, di mana Allah berfirman, “Seorang hamba melakukan dosa dan berdo’a, ‘Ya Robbi, aku telah melakukan dosa maka ampunilah aku.’</p>
<p>Robbnya berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”</p>
<p>Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allah, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, ‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’</p>
<p>Allah berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”</p>
<p>Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allah, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, ‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’</p>
<p>Allah berfirman, ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu’&#8230; dan silahkan dia melakukan apa yang dia mau&#8230;” [Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim lihat: al-Lu’lu’ wa al-Marjan (1754) dan lihatlah: Fathul Baari juz 13 hal. 46 dan setelahnya]</p>
<p>Ini fenomena yang umum terjadi, di masa sekarang ini, dimana senantiasa terjadi tarik-menarik antara kubu para pelaku dosa dan kubu orang-orang yang bertaubat. Masing-masing kubu bersenang hati menerima kehadiran kembali seseorang yang selama ini berpisah dari mereka. Orang-orang yang bertaubat senang menerima hadirnya pelaku dosa yang kembali bertaubat atas dosa-dosanya. Begitu pula, para pelaku dosa akan riang gembira menyambut orang sholih yang kembali menggeluti dosa-dosa lainnya.</p>
<p>Maka, begitu banyak orang yang menjadi korban tarikm-menarik itu. Berapa banyak orang sholih yang akhirnya terjebak dalam dosa, yang dari dosa itu dahulu ia pernah bertaubat. Dan sayangnya, itu terjadi berkali-kali sepanjang hidupnya. Namun, selama ia tulus bertaubat dan ingin memperbaiki diri, tak ada istilah pintu taubat tertutup baginya, selama nyawa belum sampai di kerongkongan, atau matahari belum terbit dari arah barat.</p>
<p>Namun, sekali lagi, hadits itu bukanlah dalil bagi seseorang untuk menunda-nunda taubat, atau meremehkan urusan dosa. Tapi ini fenomena yang bisa saja terjadi pada seseorang, tanpa ia sendiri menginginkannya. Dan bila itu terjadi, ia tidak boleh berhenti bertaubat, selama hayat masih dikandung badan.</p>
<p>Al Qurthubi menjelaskan, ”Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini adalah: kembali berbuat dosa adalah lebih buruk dari ketika pertama kali melakukan dosa itu, karena dengan kembali berdosa itu ia berarti melanggar taubatnya. Tapi kembali melakukan taubat adalah lebih baik dari taubatnya yang pertama, karena ia berarti terus meminta kepada Allah Yang Maha Pemurah, terus meminta kepada-Nya, dan mengakui bahwa tidak ada yang dapat memberikan taubat selain Allah.</p>
<p>Sekali lagi, kita sama sekali tidak berhak menunda-nunda taubat, dengan berpegang pada kemurahan Allah, rahmat dan ampunan Allah. Allah memang Maha Pemurah, tapi Allah juga Maha Perkasa, Maha Hebat siksa-Nya. Kita harus sadar, bahwa kapanpun maut bisa saja menjemput kita.</p>
<p>“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 19)</p>
<p>Allah berfirman, “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: &#8220;Sesungguhnya saya bertaubat sekarang&#8221; Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 17-18)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=373&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/meski-berkali-kali-berbuat-dosa-bertobatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL PENYAKIT HATI</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/mengenal-penyakit-hati/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/mengenal-penyakit-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur.(HR.Bukhari dan Muslim) Janganlah kamu sibuk mencari keburukan orang lain, justru kamu lalai (meneliti) keburukan pada dirimu, sesungguhnya itu dua keburukan.” (Al-Qahthani) Amrodhul Qulub: Penyakit-penyakit yang berjangkit dalam hati atau jiwa Apa Itu Ghibah? Apa itu Ghibah? Yaitu, membicarakan keadaan seseorang yang sekiranya keburukan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=371&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur.(HR.Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Janganlah kamu sibuk mencari keburukan orang lain, justru kamu lalai (meneliti) keburukan pada dirimu, sesungguhnya itu dua keburukan.” (Al-Qahthani)</p>
<p>Amrodhul Qulub: Penyakit-penyakit yang berjangkit dalam hati atau jiwa</p>
<p><strong>Apa Itu Ghibah?</strong><br />
Apa itu Ghibah? Yaitu, membicarakan keadaan seseorang yang sekiranya keburukan itu sampai ke telinga orang yang dibicarakannya, ia tidak suka. Meskipun yang berghibah itu tidak bermaksud memburukannya. Baik tentang jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam, di antaranya membeberkan aib (keburukan/cacat/kekurangan), menirukan gerak tertentu dari orang yang dijelekan dengan maksud mengolok-ngolok dsb.</p>
<p>Jadi yang disebut ghibah, adalah obrolan yang menyangkut diri seseorang, dan obrolan itu jika di dengar oleh orang yang bersangkutan ia marah atau tersinggung. Jadi bisa jadi obrolan ini dianggap biasa-biasa saja saja tanpa maksud apa-apa , tapi orang itu bisa jadi marah,<br />
Ghibah pun bukan berarti benar atau tidaknya apa yang dibicarakan tapi menyangkut buruknya mulut. Artinya meskipun yang di ucapkan itu fakta sebenarnya tapi dengan cara membeberkannya kepada orang lain itulah ghibah. Yang seharusnya aib atau cacat saudara kita itu harus kita sembunyikan karena ada rasa sayang dalam hati. Seperti halnya orang tua yang selalu menyembunyikan aib anaknya atau sebaliknya, ataupun suami istri yang selalu menjaga rahasia keburukan masing-masing.<br />
<strong>Apa dosa Ghibah?</strong><br />
Ghibah adalah haram hukumnya dan jelas sekali dalilnya baik yang terdapat dalam Al-Qur’an, hadist Nabi dan kesepakatan kaum muslimin sendiri. Allah Swt berfirman:</p>
<p>“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui..” (QS. An-Nisa: 148)</p>
<p>“Celakaanlah bagi pengumpat dan pencela.” (QS. Al-Hujurat:12)</p>
<p>&#8221;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawaban.”(QS. Al-Isra: 17)</p>
<p>Dalam hadist Nabi saw disebutkan:</p>
<p>“Wahai orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah cari keburukannya, niscaya Allah akan membeberkan rahasianya meskipun di rumahnya sendiri.” (H.R. Tirmidzi dan lainnya)</p>
<p>Dan masih banyak hadis yang menunjukan bahwa ghibah ini sangat terlarang. Setidaknya yang harus kita waspadai bahwa pahala yang telah susah payah kita tabung selama ini, akhirnya berpindah ke orang yang kita bicarakan. Akhirnya tabungan amal baik kita selama ini habis tidak tersisa sedikit pun<br />
<strong>Beberapa Sebab Yang Dapat Menimbulkan Ghîbah</strong></p>
<p># Meluapkan kemarahannya atau kebencian kepada seseorang</p>
<p># Memandang dirinya jauh lebih baik dari orang lain (sombong)</p>
<p># Sering berkumpul dengan kalangan tukang gosip</p>
<p># Keheranan melihat perbuatan dosa yang dilakukan orang lain</p>
<p># Bermaksud menghina orang lain</p>
<p># Sebagai pemberitahuan bahwa seseorang telah melakukan dosa</p>
<p># Hasud dan menunjukan rasa sayang dan kerendahan hatinya di hadapan orang-orang seperti mengatakan,” Sedih sekali melihat kemiskinan orang itu.”</p>
<p># Karena, guyonan, senda gurau, menceritakan kejadian lucu yang terjadi pada seseorang dengan menceritakan keburukan orang itu agar pendengar tertawa atau tersenyum mendengarnya</p>
<p># Menghapuskan prasangka buruk orang yang ditujukan pada dirinya</p>
<p><strong>Apa Yang Paling Berbahaya?</strong><br />
Orang yang tidak pernah shalat, tidak mau belajar Islam, tidak mau taubat, tidak menyesal dengan dosa, sudah tidak tahu lagi mana yang benar, dosa menjadi hobinya sehari-hari, sering datang ke Paranormal, percaya ramalan-ramalan, Pastinya sudah tidak aneh lagi kalau berghibah.</p>
<p>Cuma yang berbahaya adalah ketika kita tidak menyadari telah ber-ghibah meskipun ucapan ini dalam koridor ketaatan atau ibadah. Seakan-akan ada kebenaran untuk menceritakan orang atau untuk menunjukan bagi yang mendengarnya bahwa ia seorang yang taat atau sangat Islami. Beberapa contoh:</p>
<p># Aduh, kenapa yah dekat ke masjid tapi tidak pernah ke masjid? (ucapan ini diucapkan oleh orang yang sering berjamaah di masjid)</p>
<p># Duh kasian yah, tuh di TV banyak sekali tanyangan infotaiment…wah jadi tidak halal kerjaanya…habis ngomongin orang melulu</p>
<p># Ketika mendengar seruan untuk selalu membaca Al-Qur’an..Duh kasian banget orang yang nggak pernah ngaji..mau dibawa kemana hidupnya.</p>
<p># Mana ya pemimpin yang taat dan Islami itu..mau dibawa ke mana bangsa ini</p>
<p># Sekarang ini sudah banyak dajjal…seharusnya orang-orang itu kembali ke agama<br />
Memang sekarang itu sudah banyak Thagut (kejahatan/keburukan) banyak orang tua yang tidak ngedidik anak-anaknya dengan agama sih.</p>
<p># Saya berterima kasih pada ustadz..agar mereka yang selalu tenggelam di dunia segera sadar dan kembali kepada jalan Allah.</p>
<p># Sayang sekali..Kalau orang Islam di Indonesia itu mau zakat dan sedekah pasti tidak akan ada kemiskinan…</p>
<p># Banyak yang shalat tapi tetap saja belum sadar.</p>
<p># Wah keluarganya tidak tahu agama sih.</p>
<p># Wah ceramahnya kepanjangan….nggak jelas apa isinya..Coba kalau begini.</p>
<p><strong>Membuka Peluang Dosa Lain</strong><br />
Setelah ghibah, dipastikan akan timbul suu zhan (buruk sangka) setelah itu timbul hasud, kemudian pasti akan terjangkit namimah. Setelah itu timbul penyakit hati lainnya.<br />
Jadi enaknya begini, kalau kita mendengar ceramah agama, pengajian, atau apapun, jangan melihat keadaan orang lain. Tunjukanlah bahwa nasihat atau anjuran itu untuk kita sendiri. Ketika kita mendengar ceramah untuk selalu belajar Al-Qur’an, dan selalu membacanya, merenungkan artinya, tadabbur, berusaha belajar ilmu Al-Qur’an, langsung katakan pada diri sendiri:<br />
“Ya Allah, aku bertaubat, selama ini aku lalai, aku lupa akan Al-Qur’an yang pastinya menjadi pelita dalam dunia akhiratku. Sedangkan orang lain sudah banyak yang mengerti Qur’an sedangkan aku baru sadar sekarang”</p>
<p>Pasti dia akan sedih melihat dirinya, pastinya juga dia kan berusaha terus belajar dan belajar Al-Qur’an. Pastilah dia akan bertaubat, dia akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari yang kemarin. Dan pastinya akan besyukur,<br />
“Ya Allah, Alhamdulilah, Kau telah membuka hatiku untuk belajar Al-Qur’an.”</p>
<p><strong>Berfikirlah pikir Dahulu Sebelum Berkata Atau Menulis</strong><br />
Iya banyak banget orang yang sudah lupa Al-Qur’an.” atau kata seperti ini<br />
“bagimana di TV banyak ngegosip, baimana hukumnya?<br />
Coba kita renungkan, apa bermanfaat atau mendatangkan pahala bicara seperti ini? Apa dengan tiba-tiba Allah kirim SMS bahwa kita mendapat pahala karena bicara seperti ini? yang menunjukan kita lebih unggul dan lebih taat? dengan anggapan orang lain sudah lupa pada Al-Qur’an atau banyak orang senang nonton gosip? Ternyata dengan begitu kita telah terjatuh dalam ghibah dan sekaligus suuz zhan.<br />
Mungkin saja yang kita anggap sudah lupa Al-Qur’an itu ternyata sudah hafal Al-Qur’an.</p>
<p><strong><br />
Kesimpulan</strong><br />
# Jangan pedulikan urusan orang lain dan urus dan cari aib diri sendiri dan pasti kita akan sibuk dan bahkan tidak ingat akan aib orang lain</p>
<p># Berbaik sangka terhadap prilaku orang lain, salah satu timbulnya ghibah karena ada anggapan buruk terhadap kehidupan orang lain</p>
<p># Carilah ilmu Islam, kajilah tentang penyakit hati dan hal ini sama pentingnya seperti ibadah, belajar Islam dan ketaatan lainnya</p>
<p># Jangan pernah terpikir di akal dengan banyak pertanyaan: Kalau orang ini bagimana, kalau orang yang gitu bagimana? Cari dan cari saja kelemahan, aib dan cacat pribadi</p>
<p># Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hati orang Islam, jadi jangan sampai berprasangka apapun karena pastinya salah</p>
<p># Jangan menjustifikasi bahwa kata kita adalah nasihat atau saling berwasiat dalam kebaikan/Tawasau Bil Haq ataupun berdalih dengan dalil: Sampaikan walaupun hanya satu ayat. Tapi ternyata ucapanya hanya ghibah, celaan dan ejekan, bahkan mempermalukan/membuka cacat orang lain. Kalau begitu syiar agama adalah alat yang dipakai untuk melakukan dosa dan maksiat kepada Allah.</p>
<p># Kalau tidak tahu apa ini berbuah pahala atau tidak maka lebih baik diam, tidak berkata apa-apa dan jangan menulis apapun. Bukankah berdoa akan lebih baik?</p>
<p># Pilih apa yang terkandung dalam ucapan kita: ghibah? Namimah? Suus zhan? Takabur? Tajasus? Dan lainnya. Jika tidak terkandung seperti itu, maka kita siap memberi nasihat yang baik dan manfaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=371&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/mengenal-penyakit-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEMAN SEJATI BUKAN KARENA MATERI</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/teman-sejati-bukan-karena-materi/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/teman-sejati-bukan-karena-materi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Makkah mulanya adalah kota kecil yang sejak dulu dikenal sebagai kota transit perdagangan. Penduduknya dikenal sangat piawai berbisnis. Dari sini lahir beberapa konglomerat multinasional pada zamannya. Berkaitan dengan sukses usaha mereka, Alloh Azza wa Jalla telah mencatatnya dalam al-Qur’an, “Karena kebiasaan orang-orang Qurasy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.” (QS. Al-Quraisy: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=367&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makkah mulanya adalah kota kecil yang sejak dulu dikenal sebagai kota transit perdagangan. Penduduknya dikenal sangat piawai berbisnis. Dari sini lahir beberapa konglomerat multinasional pada zamannya. Berkaitan dengan sukses usaha mereka, Alloh Azza wa Jalla telah mencatatnya dalam al-Qur’an, “Karena kebiasaan orang-orang Qurasy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.” (QS. Al-Quraisy: 1-2)</p>
<p>Ada beberapa konglomerat yang sangat dikenal pada saat itu. Satu di antaranya adalah Khadijah, istri Rasululloh shallallahu alaihi wasalam sendiri. Modal Khadijah membengkak berlipat-ganda setelah perusahaannya dimanajeri oleh Pemuda Muhammad. Akhirnya kedua insan itu menikah. Lalu jadilah suami-istri ini dikenal luas sebagai pedagang yang sukses.</p>
<p>Selain Khadijah, ada lagi konglomerat sukses bernama Uqbah bin Abi Mu’ith. Ia dikenal sebagai pengusaha multinasional. Pada musim panas, ia berdagang ke negara-negara di sebelah utara (Syam). Sedangkan pada musim dingin, ia berdagang di negara-negara selatan (Yaman).</p>
<p>Sebagai bisnisman, Uqbah menjalin hubungan yang akrab dengan semua kolega dan relasinya. Untuk itu ia tak segan-segan untuk mengeluarkan biaya dari sakunya sendiri. Kadang mentraktir makan teman bisnisnya, tak jarang mengundang makan-makan dalam acara tasyakuran. Dalam acara ini biasanya ia mengundang para tokoh masyarakat, baik dari kalangan pengusaha maupun tokoh berpengaruh lainnya.</p>
<p>Dalam suatu perjamuan makan, Uqbah mengundang Rasululloh shallAllohu alaihi wasalam sendiri dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh. Kesempatan ini dimanfaatkan Rasululloh shallAllohu alaihi wasalam sendiri untuk berdakwah. Ketika hidangan sudah tersedia, Rasululloh shallAllohu alaihi wasalam sendiri berkata, “Wahai Uqbah, saya tidak akan makan hidangan anda sampai anda bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan saya adalah Rasul-Nya.” Secara spontan Uqbah menyanggupinya, dan tak lama kemudian ia mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan orang banyak. Uqbah telah masuk Islam.</p>
<p>Mengetahui keislaman Uqbah ini, teman-teman bisnisnya banyak yang terkejut. Salah satu di antaranya adalah Ubay bin Khalaf. Ia menanyakan kebenaran berita itu. Ia berkata, “Kamu sudah rusak, hai Uqbah.”</p>
<p>Apa jawab Uqbah? “Demi Alloh, aku tidak rusak. Aku lakukan hal itu karena pada perjamuan makan itu ada seorang tamu. Ia tidak mau menyentuh makananku sebelum aku bersaksi di hadapannya. Aku malu jika ada tamu yang keluar dari rumahku sementara ia belum memakan hidanganku.”</p>
<p>Memahami sikap koleganya seperti ini, Ubay malah memanfaatkan situasi. Ia katakan kepada Uqbah, “Aku tidak rela. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan perdagangan ini denganmu sampai kamu menyatakan keluar dari agama Muhammad. Nyatakan hal itu di hadapannya. Caci maki dia di hadapan orang banyak. Satu lagi, ludahi wajahnya.”</p>
<p>Uqbah terkejut. Ia tidak menyangka jika kesaksiannya di hadapan Muhammad akan berakibat fatal seperti ini. Sebagai pebisnis tulen, ia hanya mau tahu keuntungan. Dalam kepalanya, semua kegiatannya dihitung berdasarkan untung rugi. Ia rela mengeluarkan biaya besar dalam acara tersebut tak lain bertujuan untuk menjalin relasi bisnis, yang ujung-ujungnya adalah laba bisnis. Rumus bisnis telah tertanam di kepalanya, yaitu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.</p>
<p>Orang semacam Uqbah ini pada dasarnya tidak mempunyai agama dan ideologi. Keuntungan itulah ideologinya. Ia tak pernah peduli apa agama yang dipeluk seseorang. Yang penting baginya adalah bisnisnya aman. Siapa saja yang bisa diajak bisnis dan menguntungkan, diajaknya berteman. Saudara dekatnya sendiri jika tidak bisa diajak bisnis tak akan diajak berteman. Dalam menjalin relasi ia tak peduli apakah seorang Nasrani, Yahudi, Majusi, atau Islam.</p>
<p>Setelah menghitung untung-ruginya secara matang, atas desakan Ubay, akhirnya ia menemui Rasululloh shallallahu alaihi wasalam. Di hadapan Rasululloh shallallahu alaihi wasalam sendiri ia menyatakan keluar dari Islam. Iapun mencaci-maki dan tak lupa meludahi wajah beliau yang suci. Atas perlakuan ini Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Kelak engkau akan keluar dari Makkah dari bukit sebelah itu, dan aku akan menyambutmu dari bukit sebelah itu. Pada saat itu engkau menyesali perbuatanmu.” Dalam riwayat yang lain, ludahnya kembali ke wajahnya dan membakar pipinya. Luka bakar pipinya itu tak pernah sembuh sampai dibawa ke liang kuburnya.</p>
<p>Apa yang dikatakan Rasulullohshallallahu alaihi wasalam sendiri semuanya benar. Uqbah keluar dari Makkah, ikut perang Uhud. Dalam peperangan itu ia tertawan. Tangannya terbelenggu dan lehernya dipancung. Ia menyesal atas perlakuannya yang lebih memilih kawan bisnis daripada kawan yang sebenarnya. Agar peristiwa ini dijadikan ibrah dan pelajaran yang berharga bagi kaum muslimin, maka Alloh Azza wa Jalla mengabadikannya dalam sebuah firman-Nya, yang artinya: “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an setelah al-Qur’an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqaan: 27-28)</p>
<p>Sejarah memang terus berulang. Apa yang terjadi saat ini sesungguhnya merupakan pengulangan sejarah masa lalu. Isi dunia dari dulu hinga sekarang tetap, tak mengalami perubahan. Yang pasti di dunia ini selalu ada dua hal yang berpasangan. Ada baik, ada buruk. Ada orang yang berwatak dan berakhlaq mulia, dan ada pula yang berwatak jahat. Itulah isi dunia.</p>
<p>Empat belas abad yang lampau sudah ada orang yang bernama Uqbah, yang ideologinya uang. Pada masa kini, prinsip Uqbah sudah beranak bercucu. Jumlahnya meningkat karena mengalami proses perkembangbiakan yang luar biasa.</p>
<p>Di saat materi menjadi isme, ajaran, dogma, dan nilai yang dijadikan sebagai alat ukur dan barometer keberhasilan seseorang, maka meteri menjadi sentral kehidupan. Secara berkelakar pernah seorang pakar dalam sebuah diskusi yang diliput 4 televisi swasta mengatakan, “Untuk sukses saat ini diperlukan 4 hal, yaitu: Satu, duit. Dua, uang. Tiga, fulus. Empat, money.”</p>
<p>Orang tidak lagi mengenal tetangga rumahnya, sebab persahabatan di dunia sekarang, utamanya di kota-kota besar hanya didasarkan pada uang. Teman, kenalan, sahabat bukan di rumah, tapi di kantor, di pasar, di gedung-gedung bertingkat.</p>
<p>Suatu ketika ada seorang meninggal dunia. Para tetangganya tidak tahu. Meskipun yang ikut merawat dan memakamkannya banyak, tapi semuanya adalah kolega kerjanya. Begitulah gambaran pergaulan manusia sekarang. Bila ada yang sakit, yang datang menjenguk bukan tetangga dekatnya, bukan pula saudaranya yang karena sibuk mencari uang mereka terpencar entah di mana. Yang datang menjenguk lagi-lagi adalah teman sekantor, teman sekerja, kolega usaha, paling jauh anggota jama’ahnya, itupun kalau ada.</p>
<p>Pertemanan yang didasarkan atas kepentingan ekonomi sebenarnya boleh-boleh saja. Rasululloh shallallahu alaihi wasalam tidak melarangnya. Akan tetapi jika pertemanan ini harus mengorbankan aqidah, syari’ah dan akhlaq, maka sebaiknya dihindari saja. Pertemanan semacam ini hanya membawa manusia kepada kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di sisi Alloh Azza wa Jalla. Tentang masalah pertemanan ini Alloh Azza wa Jalla telah memberikan bimbingan kepada kita melalui firman-Nya, yang artinya:<br />
“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi: 28)</p>
<p>Kita dibebaskan untuk memilih teman, koneksi, kolega, baik secara pribadi-pribadi maupun secara institusi. Tapi satu hal yang pasti, hendaknya kita lebih memilih teman dan sahabat yang sejati, yang selalu mengajak kita menghadapkan wajah dan pikiran kepada Alloh Azza wa Jalla.</p>
<p>Boleh jadi berteman dengan mereka tidak mendatangkan keuntungan materi yang bisa dinikmati dalam jangka pendek, tapi bersama mereka kita akan meraih keuntungan besar dalam jangka panjang. Wallahu A’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=367&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/teman-sejati-bukan-karena-materi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembutkan Hati Dengan Menyantuni Anak Yatim</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/lembutkan-hati-dengan-menyantuni-anak-yatim/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/lembutkan-hati-dengan-menyantuni-anak-yatim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Lembutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyantuni]]></category>
		<category><![CDATA[Yatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra bahwa seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” HR. Ath-Thabrani (Lihat Al-Matjar Ar-Rabih oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=364&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra bahwa seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” HR. Ath-Thabrani (Lihat Al-Matjar Ar-Rabih oleh Al-Hafizh Ad-Dimyathi No.1509)</p>
<p>Nabi Muhammad saw adalah sosok anak yatim yang mampu hidup mandiri di bawah pengasuhan kakek kemudian pamannya. “Ayahnya wafat tiga bulan sebelum beliau lahir.&#8221;</p>
<p>Setelah lahir, sebagaimana kebiasaan orang Arab, beliau disusui oleh perempuan Arab badui dari Bani Sa’ad, namanya Halimah As-Sa’diyah. Setelah disusui selama dua tahun, Halimah memohon kepada Aminah, ibunda Muhammad Saw, agar Muhammad tetap berada dalam pengasuhannya hingga umur empat tahun. Halimah melakukan itu setelah melihat adanya keistimewaan tersendiri yang dirasakannya saat mengasuh Muhammad yang yatim sebelum lahir. Aminah setuju.</p>
<p>Empat tahun telah berlalu. Muhammad dikembalikan ke ibunya, Aminah di kota Makkah. Ketika berumur enam tahun, Muhammad dibawa oleh ibunya ke Madinah untuk menziarahi kuburan ayahnya, Abdullah bin Abdul Muththalib. Namun, dalam perjalanan kembali dari Madinah, ibunda tercinta dipanggil menghadap Allah SWT. Aminah meninggal dunia di wilayah Abwa, sebuah desa antara Madinah dan Juhfah, sekitar 37 kilo meter dari Kota Madinah. Muhammad pun menjadi yatim piatu: hidup tanpa ayah dan ibu, sebelum memasuki usia baligh.</p>
<p>Di sinilah pentingnya kita mempelajari sejarah perjalanan Rasulullah saw, seorang anak yatim piatu yang mampu menaklukkan dunia dan menoreh sejarah terbaik sepanjang sejarah kehidupan manusia.</p>
<p>Dilihat dari segi kebutuhan, setiap anak memiliki tiga kebutuhan utama. Pertama, kebutuhan fisik, yang terdiri dari makanan, pakaian dan tempat berteduh. Kedua, kebutuhan fasilitas, yang terdiri dari sarana belajar dan sarana kesehatan.</p>
<p>Ketiga, kebutuhan emosional dan psikologis, yang terdiri dari: a) Perhatian dan kasih sayang (bukan usapan), b) Pengakuan dan pujian (bukan basa basi), c) Kesempatan berekspresi (bukan coba-coba), d) Kesempatan berkompetisi (bukan main2), e) Tantangan dan mengatasi kesulitan, f) Unjuk eksistensi, dan g) Kesempatan berbagi (didengar &amp; mendengar).</p>
<p>“Bagi anak yatim, hanya bisa didapat dari orang-orang khusus dan cara-cara khusus,”</p>
<p>Yang memberi uang itu banyak, tetapi orang yang dapat memberikan pendampingan secara khusus—dan inilah yang dibutuhkan oleh kebanyakan anak yatim—sangat jarang. “Jangan hanya sekadar KUHP, kasih uang habis perkara,”</p>
<p>Dalam Al-Qur’an, kata-kata yatim diulangi oleh Allah SWT sebanyak 22 kali (ada pula yang mengatakan 23 kali). Inti pesannya adalah kewajiban memuliakan anak yatim, yaitu dengan berbuat baik, mengurus, mendidik dan melindungi mereka. Melalui ayat-ayat tersebut Allah SWT juga melarang segala bentuk perlakuan zalim terhadap anak yatim. Bahkan, memakan hartanya termasuk dosa besar.</p>
<p>Dalam rangka memberdayakan anak yatim, khususnya yang dari kalangan dhuafa, adalah mendidik mereka menjadi anak yang mandiri dan prestatif dengan memberikan pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan. Khusus untuk anak yatim dari kalangan “berada” adalah dengan membantu mereka mengembangkan hartanya secara baik dan benar sampai anak itu mampu mengelola hartanya sendiri. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menjadi wali atas harta anak yatim, hendaklah hartanya diperkembangkan (diperdagangkan)-nya, jangan sampai harta itu menyusut karena dimakan shadaqah/zakat.” (H.R. Al Baihaqi)</p>
<p>Terkait dengan pemberdayaan anak yatim, beberapa pandangan keliru terhadap anak yatim, antara lain: 1) Berharap dapat keturunan, 2) Numpang hidup, 3) Exposure, 4) Pamer kemiskinan, 5) Mematikan percaya diri, 6) Over attented, 7) Over protected, <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Berharap terlalu banyak, dan 9) Membuat jadi penurut.</p>
<p>Dalam mengasuh anak yatim diperlukan ketulusan hati. “Termasuk pandangan yang keliru jika memelihara anak yatim karena berharap mendapatkan keturunan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang telah lama menikah tetapi belum dikaruniai anak,”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=364&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/lembutkan-hati-dengan-menyantuni-anak-yatim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Setiap Hari Sesuatu Yang Baru</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/ciptakan-setiap-hari-sesuatu-yang-baru/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/ciptakan-setiap-hari-sesuatu-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 19:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW bersabda ‘Sesungguhnya iman dalam hati seseorang bisa menjadi kusut seperti halnya baju kalian. Maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman kalian.” Bagaimana kita bisa memperbarui iman dalam hati ? Caranya adalah dengan beramal setiap hari dengan amal baru yang sebelumnya belum pernah diperbuat. Hal ini karena kita mempunyai keyakinan bahwa iman adalah perkataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=362&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah SAW bersabda ‘Sesungguhnya iman dalam hati seseorang bisa menjadi kusut seperti halnya baju kalian. Maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman kalian.”</p>
<p>Bagaimana kita bisa memperbarui iman dalam hati ?<br />
Caranya adalah dengan beramal setiap hari dengan amal baru yang sebelumnya belum pernah diperbuat. Hal ini karena kita mempunyai keyakinan bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan yang bisa bertambah dan berkurang. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.</p>
<p>Sebagian orang yang setelah taat menjadi malas. Keadaannya menurun. Tidak ada sesuatu yang baru baginya. Wahai saudaraku, sesungguhnya agama kita tidak akan ada habisnya jika kita bersungguh-sungguh. Di sana selalu ada yang baru dan belum kau lakukan.</p>
<p>Para ilmuwan berpendapat bahwa oksigen O2 yang diproses secara modern dalam laboratorium lebih cepat bereaksi daripada yang ada dalam udara bebas. Mereka mengatakan sebabnya adalah BARU. Begitu juga dengan ketaatan yang baru terdapat semangat dan keimanan yang tinggi.</p>
<p>Oleh sebab itu kita selalu butuh pembaruan, yaitu setiap hari dalam hidup berbeda dengan dengan hari sebelumnya dan sesudahnya. Setiap hari punya warna baru dalam ketaatan. Dengan demikian, kita tidak cepat bosan dan malas. Akan selalu merasakan indahnya keimanan. Jangan pernah katakan bahwa amal-amal agama ada batasnya. Amal Agama banyak dan bermacam-macam. Maka ciptakan setiap hari sesuatu yang baru dengan syarat sesuai sunnah dan keikhlasan dalam mengerjakannya.</p>
<p>Mulailah hari ini dan katakan “Hari ini aku akan disiplin dalam shalat lima waktu. Aku tidak akan beri kesempatan pikiranku untuk tidak disiplin. Hari ini aku akan buat tantangan. Aku akan menantang setan shalat yang bernama KHINDAB. Hari ini aku akan membaca AlQur’an dengan surat-surat yang belum pernah kubaca dalam shalat lima waktu.”<br />
Sebagian orang dalam shalatnya hanya membaca dua surat pendek dan dilakukan terus sampai berbulan-bulan. Oleh karena itu, inilah penyebab shalat tidak khusyu. Hal ini disebabkan shalat yang dilakukan adalah shalat mesin yang berulang-ulang tanpa ada pembaruan.</p>
<p>Hari berikutnya katakan “ Aku akan baca dzikir-dzikir shalat dengan penuh hati dan linangan air mata’.<br />
Hari berikutnya “ Aku akan taddabur satu halaman Al Qur’an. Akan kutanamkan makna-makna Al Quran dalam hatiku sepanjang hari. Lakukan seterusnya. Setiap hari ada sesuatu yang baru.</p>
<p>Rasulullah bersabda :</p>
<p>‘Tidak ada orang yang ikut perang dalam sabilillah kemudian dia mendapatkan ghanimah kecuali dia mengambil dua pertiga pahala akhirat sehingga masih sepertiga. Jika tidak mendapatkan ghanimah maka sempurnalah pahalanya”(HR.Muslim Kitab Al Imarah)</p>
<p>Artinya jika ada orang yang ikut berperang selamat dan mendapatkan ghanimah , pahalanya sedikit daripada pahala orang yang gugur atau selamat tetapi tidak mendapatkan ghanimah. Ghanimah (rampasan perang)merupakan imbalan sebagian dari pahala jihad. Apabila mendapatkan ghanimah , berarti mengambil bagian dua pertiga dari pahala akhirat. Dan ghanimah ini sudah masuk dalam hitungan pahala akhirat.</p>
<p>Jadi ada hadits-hadits yang pernah anda dengar dan anda kenal tetapi ketika anda kembali akan menjadi terasa baru. Keadaan demikian akan menambah iman anda. Oleh karena itu sesuatu yang baru akan menambah iman. Begitu juga dengan ayat-ayat AL Qur’an. Jika anda membacanya dengan pemahaman dan taddabur akan menjadi terasa baru bagi diri ini. Maka anda akan berucap “SUBHANALLAH”…aku belum pernah mendengarnya. Meskipun anda membacanya siang dan malam. Karena anda memulai dengan taddabur dan membuka mata hati dalam berhubungan dengan ayat-ayat Qur’an, maka Allah swt akan memberi makna yang baru untuk diri ini.</p>
<p>Perhatikan Firman Allah swt dalam QS. Ar-Ra’d (13) ayat 26 :</p>
<p>13.26. Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).</p>
<p>perhatikan kalimat Allah sbb :<br />
“ Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan di dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat , hanyalah kesenangan ( yang sedikit) “.</p>
<p>Merupakan ayat yang indah dan baru. Memahaminya secara berulang-ulang akan menambah dan memperkuat iman. Demi Allah, ayat tersebut menyejukkan hati, meringankan beban menyebabkan zuhud di dunia dan memberi dorongan untuk berjalan menuju Allah.</p>
<p>Memang sering kita membaca AL Qur’an. Meskipun begitu , kita selalu membiasakan diri untuk menemukan hal-hal yang baru dan makna-makna Al Qur’an yang tidak pernah habis-habisnya. Allah swt berfirman dalam Surat Al Kahfi (18) ayat 109 :</p>
<p>“ Katakanlah ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habis lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku , meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula”.</p>
<p>Bacalah ayat yang sama pada waktu , tempat , dan kesempatan yang berbeda-beda, anda akan dapatkan makna yang baru. Jadi hal yang baru banyak sekali pendalamannya. Tugas anda adalah Berazam dan bersungguh-sungguh.</p>
<p>Apabila anda bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan dilakukan dengan sempurna, maka anda akan menyadari bahwa selama ini sebelumnya anda belum serius dan sekedarnya saja. Dan karena inilah anda akan merasakan nikmatnya taat kepada Allah dan rasa lezatnya iman.</p>
<p>Bila anda Shalat, lakukan sebagaimana mestinya. Bila membaca AL Qur’an bacalah sebagaimana mestinya. Apabila bersedekah lakukan sebagaimana mestinya. Bila anda bangun tengah malam, berdzikir, berhaji dan umroh, thawaf dan sujud , laksanakan dengan benar. Ciptakan setiap hari sesuatu yang baru dengan cara yang benar agar anda dapat rasakan manisnya iman.</p>
<p>Ibnul Qayyim berkata “ Kebahagiaan orang yang memberi lebih besar daripada orang yang menerima “. Memang taat dengan cara yang benar akan menyebabkan kebahagiaan, keindahan, kelezatan dan kenikmatan. Inilah Islam. Ya Allah beri kami selalu ketaatan dalam beragama.</p>
<p>Saudaraku, bacalah setiap hari bab baru tentang tauhid. Bacalah besok sirah Nabi. Setelah itu baca tafsir ayat yang belum pernah kau baca. Demikian seterusnya. Buatlah sesuatu yang baru setiap hari. Baru dalam hal ilmu, ibadah, atau dakwah kepada Allah. Perbarui imanmu setiap hari agar tidak merasa lemah dan bosan dalam menjalani perintah Allah swt. Sebab pembaruan menjadi penangkal bosan, memperkuat usaha dan mendorongnya. Maka perbaruilah imanmu dan mintalah hal itu dari Allah. Keinginanmu bisa terpenuhi dengan izin Allah.</p>
<p>Ya Allah, Mohon Perbarui Iman di hati kami…. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=362&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/ciptakan-setiap-hari-sesuatu-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LETAK KEBAHAGIAAN SESUNGGUHNYA DI HATI</title>
		<link>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/letak-kebahagiaan-sesungguhnya-di-hati/</link>
		<comments>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/letak-kebahagiaan-sesungguhnya-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 18:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ltnnublitar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ltnnublitar.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Namun banyak orang yang menempuh jalan yang salah dan keliru. Sebagian menyangka bahwa kebahagiaan adalah dengan memiliki mobil mewah, Handphone sekelas Blackberry, memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=360&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Namun banyak orang yang menempuh jalan yang salah dan keliru. Sebagian menyangka bahwa kebahagiaan adalah dengan memiliki mobil mewah, Handphone sekelas Blackberry, memiliki rumah real estate, dapat melakukan tur wisata ke luar negeri, dan lain sebagainya. Mereka menyangka bahwa inilah yang dinamakan hidup bahagia. Namun apakah betul seperti itu?</p>
<p><strong>Kebahagiaan untuk Orang yang Beriman dan Beramal Sholeh</strong></p>
<p>Orang yang beriman dan beramal sholeh, merekalah yang sebenarnya merasakan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang, berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah yang selalu merasa gelisah. Walaupun mungkin engkau melihat kehidupan mereka begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan harta. Namun jika engkau melihat jauh, engkau akan mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Perhatikan seksama firman-firman Allah Ta’ala berikut.<br />
Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97)</em>. Ini adalah balasan bagi orang mukmin di dunia, yaitu akan mendapatkan kehidupan yang baik.</p>
<p><em><br />
“Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97).</em> Sedangkan dalam ayat ini adalah balasan di akhirat, yakni alam barzakh.<br />
Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em><br />
“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui.” (QS. An Nahl: 41)</em></p>
<p><em><br />
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Huud: 3). </em>Kedua ayat ini menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.<br />
Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em>“Katakanlah: &#8220;Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu&#8221;. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)</em><br />
Inilah empat tempat dalam Al Qur’an yang menjelaskan balasan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh. Ada dua balasan yang mereka peroleh yaitu balasan di dunia dan balasan di akhirat. Itulah dua kebahagiaan yang nantinya mereka peroleh. Ini menunjukkan bahwa mereka lah orang yang akan berbahagia di dunia dan akhirat.</p>
<p><strong>Salah satu contoh</strong></p>
<p>Seringkali kita mendengar nama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Namanya begitu harum di tengah-tengah kaum muslimin karena pengaruh beliau dan karyanya begitu banyak di tengah-tengah umat ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, nama aslinya adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al Khodr bin Muhammad bin Al Khodr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah Al Haroni Ad Dimasqi. Nama Kunyah beliau adalah Abul ‘Abbas.<br />
Berikut adalah cerita dari murid beliau Ibnul Qayyim mengenai keadaannya yang penuh kesusahan, begitu juga keadaan yang penuh kesengsaraan di dalam penjara. Namun di balik itu, beliau termasuk orang yang paling berbahagia.</p>
<p>Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,<br />
&#8220;Allah Ta’ala pasti tahu bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah Ta’ala, yaitu berupa siksaan dalam penjara, ancaman dan penindasan dari musuh-musuh beliau. Namun bersamaan dengan itu semua, aku dapati bahwa beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya dan paling tenang jiwanya. Terpancar pada wajah beliau sinar kenikmatan hidup yang beliau rasakan. Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan kesempitan hidup, kami segera mendatangi beliau untuk meminta nasehat, maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”.<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun sering mengatakan berulang kali pada Ibnul Qoyyim, “Apa yang dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku? Sesungguhnya keindahan surga dan tamannya ada di hatiku.”</p>
<p>Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan tatkala beliau berada di dalam penjara, padahal di dalamnya penuh dengan kesulitan, namun beliau masih mengatakan, “Seandainya benteng ini dipenuhi dengan emas, tidak ada yang bisa menandingi kenikmatanku berada di sini.”<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga pernah mengatakan, &#8220;Sebenarnya orang yang dikatakan dipenjara adalah orang yang hatinya tertutup dari mengenal Allah &#8216;azza wa jalla. Sedangkan orang yang ditawan adalah orang yang masih terus menuruti (menawan) hawa nafsunya (pada kesesatan). &#8220;<br />
Bahkan dalam penjara pun, Syaikhul Islam masih sering memperbanyak do’a agar dapat banyak bersyukur pada Allah, yaitu do’a: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, aku meminta pertolongan agar dapat berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik pada-Mu). Masih sempat di saat sujud, beliau mengucapkan do’a ini. Padahal beliau sedang dalam belenggu, namun itulah kebahagiaan yang beliau rasakan.<br />
Tatkala beliau masuk dalam sel penjara, hingga berada di balik dinding, beliau mengatakan,<br />
<em><br />
“Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.” (QS. Al Hadid: 13)</em></p>
<p>Itulah kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang memiliki keimanan yang kokoh. Kenikmatan seperti ini tidaklah pernah dirasakan oleh para raja dan juga pangeran.</p>
<p>Para salaf mengatakan,<br />
<em><br />
“Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang.”<br />
</em><strong><br />
Mendapatkan Surga Dunia</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”<br />
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya.<br />
Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat.<br />
Itulah saudaraku surga yang seharusnya engkau raih, dengan meraih kecintaan Allah, senantiasa berharap pada-Nya, serta dibarengi dengan rasa takut, juga selalu menyandarkan segala urusan hanya kepada-Nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ltnnublitar.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ltnnublitar.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ltnnublitar.wordpress.com&amp;blog=4107101&amp;post=360&amp;subd=ltnnublitar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ltnnublitar.wordpress.com/2010/04/05/letak-kebahagiaan-sesungguhnya-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c1130b339382fd3e685c62efb67d02f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ltnnublitar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
